Audio ini dibuat secara otomatis. Ada masukan? Beritahu kami.
TRENDS.co.id, Jakarta – Kesadaran masyarakat Indonesia terhadap pentingnya kesehatan terus berkembang dalam beberapa tahun terakhir. Tak hanya mencari pengobatan, kini semakin banyak masyarakat yang menjadikan pemeriksaan kesehatan dan second opinion sebagai bagian dari gaya hidup sehat sekaligus pengalaman perjalanan medis yang nyaman.
Upaya mendapatkan layanan kesehatan tidak hanya dilakukan di dalam negeri, melainkan juga hingga ke luar negeri. Fenomena ini terlihat dari meningkatnya minat masyarakat Indonesia terhadap layanan kesehatan di Malaysia, termasuk melalui gelaran IHH Malaysia Healthcare Expo 2026 yang kembali hadir di Jakarta untuk tahun keempat berturut-turut. Expo yang berlangsung pada 7–10 Mei 2026 di Terra Atrium, Central Park Mall ini menjadi bagian dari upaya IHH Healthcare Malaysia mendekatkan layanan kesehatan mereka kepada pasien Indonesia.
“Kehadiran kami yang berkelanjutan di Indonesia mencerminkan meningkatnya kepercayaan terhadap layanan kesehatan Malaysia, sekaligus harapan yang lebih tinggi dari pasien akan informasi yang jelas, konsisten, dan berkualitas. MHX berperan penting dalam menjembatani hal ini dengan mendekatkan rumah sakit kami kepada masyarakat secara lebih langsung dan interaktif. Melalui platform ini, pasien Indonesia dapat memperoleh informasi yang lebih lengkap dan berinteraksi langsung dengan tim kami, sehingga dapat membuat keputusan yang lebih yakin terkait perawatan mereka,” ujar Head of Marketing, IHH Healthcare Malaysia Dr Khairul Annuar Yusof, Kamis (7/5) di Jakarta.
Dalam sesi doorstop bersama media, Khairul mengungkapkan bahwa pasien asal Indonesia terus meningkat. Dari total sekitar satu juta pasien per tahun di 18 rumah sakit IHH Malaysia, sekitar 300 ribu di antaranya berasal dari Indonesia.
“Dari tahun ke tahun sangat meningkat,” ujar Khairul.
Menurutnya, kedekatan budaya menjadi salah satu alasan utama masyarakat Indonesia merasa nyaman berobat ke Malaysia. Mulai dari kesamaan kultur, makanan halal, hingga kemudahan komunikasi membuat pengalaman medis terasa lebih personal.
“Kita semua satu rumpun, banyak persamaannya. Makanannya yang halal, nyaman untuk warga Indonesia,” katanya.
Ia menjelaskan bahwa pendekatan rumah sakit kini tidak lagi hanya berorientasi pada pasien domestik Malaysia, melainkan juga semakin terbuka terhadap kebutuhan pasien internasional, khususnya dari Indonesia. Berdasarkan pengamatan tahunan, pihaknya belajar untuk meningkatkan standar pelayanan bagi pasien dari Indonesia.
“Year by year kami belajar bahwa ada standard yang perlu diberikan kepada warga Indonesia karena mereka ini terbang, datangnya jauh daripada Indonesia,” jelasnya.
Menurut dr. Chandrati, tren masyarakat Indonesia ke Malaysia tidak semata-mata dipicu oleh persoalan kualitas layanan kesehatan dalam negeri, melainkan juga karena pengalaman medis yang ditawarkan.
“Awareness masyarakat untuk kesehatan justru semakin meningkat. Itulah yang mendorong pasien-pasien itu datang ke Malaysia karena medical tourism tadi. Jadi berlibur sambil berobat,” jelasnya.
Ia menambahkan, banyak pasien merasa lebih nyaman karena rumah sakit di Malaysia telah memiliki sistem layanan internasional yang ramah bagi pasien Indonesia.
“Di rumah sakit kami di Malaysia itu setiap rumah sakit yang menerima pasien internasional ada yang disebut international patient center atau lounge khusus untuk pasien Indonesia,” katanya.
Tak hanya itu, staf yang dapat berbahasa Indonesia juga membantu pasien dalam proses administrasi maupun navigasi rumah sakit.
“Pasien Indonesia tinggal datang ke sana, kemudian para staffnya bisa berbahasa Indonesia dan nanti diarahkan,” lanjut dr. Chandrati.
Faktor kenyamanan inilah yang menurutnya membuat banyak pasien kembali lagi untuk pemeriksaan rutin tahunan.
Dalam paparan kepada media, dr. Chandrati mengungkapkan bahwa sebagian besar pasien Indonesia datang untuk mencari second opinion terkait penyakit serius, terutama kanker dan penyakit jantung.
“Yang paling tinggi adalah onkologi atau kanker, kemudian jantung, kardiologi, dan tulang,” ujarnya.
Selain itu, kasus gangguan pencernaan, autoimun, hingga hematologi juga cukup banyak ditangani oleh rumah sakit-rumah sakit IHH Malaysia.
Untuk kasus kanker sendiri, kanker paru, kanker payudara, serta kanker sistem reproduksi wanita menjadi jenis yang paling banyak ditemukan pada pasien asal Indonesia.
“Pasien dengan diagnose kanker pasti akan perlu meyakinkan diri, memang apakah saya kanker, mendapatkan pengobatan yang paling tepat dan cocok dengan kondisinya,” jelas dr. Chandrati.
Menariknya, tren pemeriksaan kesehatan kini tidak lagi identik dengan usia lanjut. Menurut dr. Chandrati, pergeseran pola penyakit membuat generasi muda juga mulai sadar pentingnya deteksi dini.
“Kalau dulu orang hipertensi selalu umur 40 tahun, sekarang kan tidak seperti itu. Umur muda saja bisa diabetes, umur muda bisa hipertensi,” katanya.
Karena itu, general check-up dan health screening kini dianjurkan dimulai sejak usia di atas 20 tahun.
IHH Malaysia pun melihat semakin banyak pasien Indonesia menjadikan pemeriksaan kesehatan sebagai agenda tahunan.
“Kebanyakan warga Indonesia itu dari seusia muda sudah ada kesadaran bahwa health screening ini adalah satu acara tahunan,” tambah Khairul.
Salah satu daya tarik lain dalam IHH Malaysia Healthcare Expo 2026 adalah hadirnya berbagai paket pemeriksaan kesehatan dengan harga yang relatif terjangkau.
Khairul menyebutkan bahwa beberapa paket health screening ditawarkan mulai sekitar Rp2,9 juta, bahkan ada promo buy one free one di periode tertentu.
“Ada yang 700 ringgit sekitar 3 juta, bisa buat berdua,” ujarnya.
Tak hanya itu, beberapa rumah sakit juga menawarkan fasilitas tambahan seperti penginapan gratis hingga ferry gratis untuk pasien tertentu, khususnya di wilayah Johor yang dekat dengan Indonesia.
IHH Healthcare Malaysia menyebut bahwa IHH Malaysia Healthcare Expo 2026 menghadirkan sepuluh rumah sakit dari jaringan mereka, termasuk Gleneagles, Pantai Hospital, Prince Court Medical Centre, hingga Island Hospital.
IHH Malaysia Healthcare Expo 2026 juga didukung oleh berbagai mitra seperti perusahaan asuransi dan Tourism Malaysia guna mempermudah perjalanan pasien, mulai dari konsultasi awal hingga proses pemulihan.
Saat ini, IHH Healthcare Malaysia juga telah memiliki kantor perwakilan di Jakarta, Surabaya, Medan, dan Batam untuk membantu pasien Indonesia memperoleh informasi dan koordinasi layanan kesehatan secara lebih mudah.