Audio ini dibuat secara otomatis. Ada masukan? Beritahu kami.
TRENDS.co.id, Jakarta – Perawatan estetika kini tidak lagi semata-mata mengejar tampilan wajah yang terlihat lebih muda. Seiring berkembangnya teknologi kecantikan, perhatian terhadap kualitas kulit juga semakin menyeluruh, mulai dari tekstur, warna kulit, firmness, hidrasi hingga tampilan kulit yang sehat.
Melihat kebutuhan tersebut, The LOVLAB menghadirkan teknologi Sciton BBL (BroadBand Light) dan MOXI untuk melengkapi layanan age-reversal di kliniknya. Kehadiran kedua teknologi ini diperkenalkan melalui intimate gathering bertema “The Hollywood Age-Reversal Secret, Now at THE LOVLAB”, Sabtu, 18 September 2026.
Bagi The LOVLAB, age-reversal bukan tentang mengubah karakter wajah seseorang agar terlihat jauh lebih muda. Pendekatan ini justru diarahkan untuk mempertahankan karakter alami sekaligus membantu kulit terlihat lebih sehat, segar, refined dan terawat.
Konsep tersebut menjadi bagian dari pendekatan holistic beauty yang dikembangkan The LOVLAB dengan memadukan teknologi, keahlian dokter dan perawatan pendukung sesuai kondisi masing-masing klien.
Owner The LOVLAB Yuli Yuwono mengatakan, pendekatan holistik menjadi salah satu karakter layanan kliniknya. Treatment tidak berhenti pada penggunaan perangkat estetika, tetapi juga mencakup perawatan pendukung yang disesuaikan dengan kebutuhan klien.
“Kalau dibilang perbedaan dengan klinik lain, kami lebih ke pendekatan holistic. Kita memang lebih menyebutnya holistic beauty clinic,” ujar Yuli dalam sesi doorstop , Sabtu (18/9).
Menurut Yuli, pendekatan tersebut diwujudkan melalui kombinasi teknologi dengan berbagai treatment pendukung, termasuk facial yang dapat dilakukan untuk menunjang hasil penggunaan device .
The LOVLAB juga mengembangkan layanan dalam tiga lini. The LOVLAB berfokus pada estetika dan holistic med spa , LOVLAB Body menangani kebutuhan tubuh seperti hair removal, tightening, stretch mark dan slimming, sementara LOVLAB Studio berfokus pada eyelashes dan eyebrow .
Kehadiran BBL dan MOXI dari Sciton kemudian melengkapi pilihan teknologi yang dapat digunakan untuk mendukung layanan age-reversal di The LOVLAB.
Sebelum menjalani treatment berbasis energi, kondisi kulit menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan. Menurut dr. Elfrida Pranata, M.Biomed (AAM) , kulit perlu dipersiapkan terlebih dahulu, khususnya sebelum menjalani treatment menggunakan MOXI. Kulit yang cukup terhidrasi dinilai lebih siap menerima treatment.
Persiapan tersebut dapat dilakukan melalui hidrasi yang baik maupun treatment pendukung seperti skin booster.
“Kalau kulitnya lagi tidak siap, hasilnya juga tidak akan bagus,” jelas dr. Elfrida.
Jika kondisi kulit belum optimal, pasien dapat terlebih dahulu menjalani perawatan untuk meningkatkan kualitas dan hidrasi kulit sebelum melanjutkan ke treatment berbasis energi.
The LOVLAB juga menggunakan AI skin analyzer untuk membantu melihat kondisi kulit sebagai bagian dari proses assessment . Hasil konsultasi dan pemeriksaan tersebut menjadi pertimbangan dokter dalam menentukan perangkat, parameter treatment, kombinasi prosedur hingga waktu recovery .
Pendekatan ini sejalan dengan prinsip The LOVLAB bahwa teknologi digunakan berdasarkan kebutuhan pasien.
Dua teknologi Sciton yang kini melengkapi layanan age-reversal The LOVLAB memiliki fokus yang berbeda.
BBL (BroadBand Light) menggunakan teknologi broadband light dan dapat digunakan untuk sejumlah masalah kulit, terutama pigmentasi dan warna kulit. Untuk kondisi pigmentasi tertentu, perubahan dapat mulai terlihat setelah beberapa kali treatment.
Pada pigmentasi yang membutuhkan pengulangan, BBL dapat dilakukan dengan jeda sekitar dua hingga tiga minggu, tergantung jenis dan kondisi pigmentasi.
Sementara itu, MOXI menggunakan Thulium laser non-fractional dengan downtime yang relatif minimal. Teknologi ini antara lain ditujukan untuk membantu memperbaiki tekstur kulit.
Perubahan tekstur dapat mulai terlihat setelah satu kali treatment, sementara pengulangan MOXI umumnya dilakukan sekitar empat hingga lima minggu. Interval tersebut tetap disesuaikan dengan kondisi kulit dan evaluasi dokter.
Kedua teknologi Sciton tersebut juga tidak secara khusus ditujukan hanya untuk perempuan. Kebutuhan treatment dapat berbeda berdasarkan usia, jenis kelamin maupun skin concern pasien.
“BBL MOXI ini bukan cuma wanita ya, pria juga sebenarnya bisa kita lakukan. Bahkan anak-anak remaja pun dengan problem misalnya ada acne, itu bisa kita lakukan BBL,” ujar dr. Egie Praja.
Menurutnya, masalah kulit seperti pori-pori besar, pigmentasi, bekas jerawat dan tekstur kulit dapat menjadi pertimbangan dalam menentukan treatment.
Dengan demikian, penggunaan BBL maupun MOXI tetap perlu didasarkan pada kondisi dan kebutuhan pasien melalui konsultasi dengan dokter.
Selain mempersiapkan kulit sebelum treatment, pasien juga perlu memperhatikan kondisi kulit setelah prosedur.
Dr. Elfrida menjelaskan, setelah treatment pasien sebaiknya menghindari aktivitas yang dapat memicu panas berlebih. Penggunaan bahan eksfoliasi juga perlu dihindari, terutama setelah MOXI. Sauna dan berenang pun sebaiknya ditunda sementara.
Aktivitas berat yang membuat tubuh menjadi panas juga perlu dihentikan selama sekitar dua hari setelah treatment.
Untuk BBL, pengulangan umumnya dilakukan sekitar tiga minggu. Sementara untuk MOXI, interval pengulangan berada di kisaran empat hingga lima minggu. Jadwal tersebut tetap dapat disesuaikan berdasarkan kondisi kulit dan hasil evaluasi dokter.
Perawatan setelah prosedur menjadi bagian dari pendekatan The LOVLAB yang memandang perjalanan estetika secara menyeluruh, mulai dari assessment, treatment, recovery, skincare hingga maintenance.
Kehadiran BBL dan MOXI dari Sciton memperluas pilihan teknologi The LOVLAB dalam melengkapi layanan age-reversal . BBL dapat digunakan untuk membantu menangani sejumlah persoalan pigmentasi dan warna kulit, sementara MOXI berfokus antara lain pada perbaikan tekstur.
Namun, teknologi tetap menjadi bagian dari rangkaian perawatan yang lebih luas. Konsultasi dokter, persiapan kulit, pemilihan treatment dan perawatan setelah prosedur menjadi elemen yang saling berkaitan.
Pendekatan tersebut sejalan dengan visi The LOVLAB untuk membangun beauty and wellness ecosystem yang mempertemukan teknologi, medical expertise, produk premium dan holistic care dalam satu perjalanan perawatan yang personal.
Dengan perspektif tersebut, age-reversal tidak harus berarti mengubah wajah atau menghilangkan karakter alami seseorang. Tujuannya adalah membantu mempertahankan tampilan diri sendiri dengan kulit yang lebih sehat, segar dan terawat.