Audio ini dibuat secara otomatis. Ada masukan? Beritahu kami.
Gangguan kepribadian narsistik berkembang dari kombinasi faktor lingkungan, sosial, dan genetik. Menurut American Psychiatric Association yang dilansir dari The New York Times, “Pola pengasuhan yang berlebihan atau sebaliknya, kurang perhatian dan validasi selama masa kanak-kanak, dapat berkontribusi pada perkembangan NPD”.
Hal ini bisa terjadi ketika seorang anak selalu dipuji berlebihan tanpa alasan yang jelas, atau sebaliknya, selalu diabaikan atau diberi kritik berlebihan tanpa dukungan emosional yang memadai. Faktor genetik dan neurobiologis juga bisa berperan dalam perkembangan NPD ini.
Sahabat Trenders, orang dengan NPD tidak hanya memengaruhi dirinya sendiri, tetapi juga orang-orang di sekitarnya. Hubungan dengan pasangan, teman, atau rekan kerja bisa menjadi sulit karena sifat-sifat seperti manipulatif, tidak empati, atau terus-menerus mencari perhatian. Dalam beberapa kasus, NPD bisa menyebabkan masalah di tempat kerja atau sosial karena kesulitan dalam bekerja sama atau menerima kritik dari orang lain.
Menurut Dr. Ramani Durvasula, psikolog klinis yang kerap membahas tentang narsisme, “Narsisme adalah luka sosial. Kita semua bisa terkena dampaknya, baik dalam bentuk pertemanan yang menyakitkan, rekan kerja yang merusak, atau bahkan hubungan romantis yang traumatis,” katanya kepada The Guardian.
Berurusan dengan seseorang yang memiliki gangguan kepribadian narsistik bisa menjadi tantangan tersendiri, Sahabat Trenders. Namun, ada beberapa strategi yang bisa kita terapkan: