Di sinilah konsep higiene tidur (sleep hygiene) menjadi semakin relevan. Bukan tren kesehatan sesaat, melainkan fondasi kebiasaan tidur yang sehat di tengah gaya hidup digital yang serba cepat.
Apa Itu Higiene Tidur dan Mengapa Penting untuk Gen Z?
Higiene tidur adalah serangkaian kebiasaan dan pengaturan lingkungan yang membantu tubuh mendapatkan tidur yang cukup, berkualitas, dan konsisten. Salah satu prinsip paling mendasar adalah: tempat tidur idealnya hanya digunakan untuk tidur dan istirahat, bukan untuk aktivitas lain.
Bagi Gen Z, prinsip ini sering terasa sulit diterapkan. Kamar tidur kerap merangkap sebagai ruang kerja, ruang belajar, sekaligus ruang hiburan. Padahal, ketika fungsi-fungsi ini bercampur di satu tempat—terutama di kasur—otak menjadi bingung membedakan kapan waktunya aktif dan kapan waktunya beristirahat. Hal ini akan berdampak pada kualitas tidur.
Kasur dan Otak: Soal Asosiasi yang Sering Diabaikan
Otak manusia bekerja dengan sistem asosiasi. Jika setiap malam kasur digunakan untuk bekerja atau scrolling tanpa henti, otak akan mengasosiasikan tempat tidur sebagai ruang siaga, bukan ruang relaksasi. Akibatnya, meski tubuh terasa lelah, pikiran tetap aktif.
Dalam ilmu psikologi tidur, konsep ini dikenal sebagai stimulus control—di mana lingkungan tidur seharusnya menjadi pemicu rasa kantuk. Ketika asosiasi ini rusak, efeknya bisa berupa:
-
Sulit terlelap meski badan capek
-
Tidur mudah terbangun
-
Bangun pagi dengan rasa lelah dan “nggak segar”
Kondisi ini banyak dialami Gen Z yang terbiasa membawa seluruh aktivitas digital ke atas kasur.
Efek Gadget di Kasur: Bukan Sekadar Bikin Melek
Kebiasaan menggunakan ponsel atau laptop di tempat tidur tidak hanya soal distraksi, tapi juga berdampak biologis. Harvard Medical School melalui laman Harvard Health Publishing menegaskan bahwa cahaya biru dari layar digital memiliki efek langsung pada hormon tidur.

“Paparan cahaya biru di malam hari dapat menekan produksi melatonin, hormon yang membantu mengatur siklus tidur-bangun tubuh,” tulis tim ahli tidur Harvard, dikutip Selasa (6/1).
Mereka juga menjelaskan bahwa kondisi ini membuat otak ‘tertipu’ seolah hari masih siang, sehingga waktu tertidur menjadi lebih lama dan kualitas tidur menurun.
Bagi Gen Z yang terbiasa scrolling sebelum tidur, efek ini sering terasa dalam bentuk:
-
Tidur makin larut tanpa sadar
-
Durasi tidur lebih pendek
-
Rasa kantuk berlebihan di siang hari
Dalam jangka panjang, gangguan ritme sirkadian ini juga dikaitkan dengan mood swing, mudah cemas, penurunan fokus, hingga risiko burnout—isu yang makin sering dialami generasi muda.
Tidur Berkualitas Bukan Soal Durasi Saja
Tidur bukan sekadar memejamkan mata selama delapan jam. Ini adalah proses biologis penting untuk pemulihan otak, penguatan memori, regulasi emosi, dan menjaga daya tahan tubuh. Karena itu, menjaga fungsi kasur tetap “murni” sebagai tempat tidur adalah langkah penting dalam membangun kualitas istirahat.
Pendekatan ini juga digunakan dalam terapi insomnia modern berbasis perilaku, di mana perubahan kebiasaan—bukan obat—menjadi kunci utama memperbaiki pola tidur yang berantakan.
Tips Higiene Tidur yang Masuk Akal untuk Gaya Hidup Gen Z
Tenang, Trendies—menerapkan higiene tidur bukan berarti harus putus hubungan dengan gadget. Beberapa langkah kecil dan realistis ini bisa jadi awal:
-
Pisahkan zona aktivitas. Kasur untuk tidur, meja untuk kerja, belajar, atau main game. Kalau kamar sempit, cukup bedakan posisi dan kebiasaan.
-
Kurangi gadget di kasur, terutama 30–60 menit sebelum tidur.
-
Ciptakan rutinitas malam seperti stretching ringan atau mendengarkan musik santai—instrumental, lo-fi, atau suara alam yang membantu tubuh masuk mode relaks.
-
Redupkan cahaya kamar untuk memberi sinyal ke otak bahwa hari sudah berakhir.
-
Tidur dan bangun di jam yang relatif konsisten. Jika ingin bangun pukul 07.00 dan tubuh butuh sekitar 8 jam tidur, mulailah bersiap tidur sekitar pukul 23.00.
Dengan kebiasaan higiene tidur sederhana ini, kasur perlahan kembali menjalankan fungsi utamanya—bukan sebagai coworking space, bukan arena gaming, tapi ruang aman untuk tubuh dan pikiran beristirahat. Biarkan tempat tidur melakukan satu tugas pentingnya: membantu tubuh dan pikiran benar-benar beristirahat ya Trendies..





