Rempah is the New Luxury: Thyme Bakal Jadi Primadona ‘Green Beauty’

Rempah Nusantara juga berpotensi sebagai bahan-bahan perawatan kecantikan. (Foto: Ilustrasi AI/Trends.co.id)
sosmed-whatsapp-green
Trends.co.id Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Trends.co.id, DenpasarRempah Nusantara sejak lama telah menjadi incaran dunia — tak hanya sebagai bahan utama kuliner dan kesehatan, tapi kini juga menarik perhatian industri kecantikan. Tren kosmetik alami dan sustainable beauty membuat banyak brand mulai melirik kekayaan rempah Indonesia untuk menciptakan produk yang aman untuk kulit dan ramah lingkungan, sejalan dengan sustainable lifestyle yang semakin digemari.

Di tengah tren clean beauty dan eco-lifestyle, generasi muda Indonesia mulai sadar kalau kecantikan bukan cuma soal hasil akhir, tapi juga proses di baliknya. Banyak dari kita sekarang yang ingin tampil glowing tapi tetap mindful nih, Trendies. Tidak sedikit juga dari Trendies yang sangat perhatian dengan detail bahan suatu brand yang dipakai sampai siapa yang memproduksinya, bukan? Nah, di sinilah rempah dan herbal Nusantara naik daun.

Selain punya manfaat alami untuk kulit, rempah juga sarat nilai budaya dan warisan leluhur yang keren banget buat diangkat lagi di era ini, karena lebih dari sekadar skincare, tapi ini juga soal gerakan sustainable beauty: mendukung petani lokal, menjaga lingkungan, dan memanfaatkan kekayaan alam tanpa merusaknya. Dengan memilih kosmetik alami lokal, Trendies nggak cuma merawat diri, tapi juga ikut bantu bumi dan ekonomi daerah tetap hidup.

Rempah dan Bahan Alami Favorit dalam Kosmetik & Bodycare

Kalau kamu perhatiin, sekarang banyak banget brand lokal yang mengemas bahan tradisional jadi produk modern yang kece dan ramah kulit. Misalnya kunyit dan temulawak yang berfungsi untuk mencerahkan wajah, lidah buaya untuk melembapkan, serta pala dan cengkeh sebagai bahan antioksidan alami.

Sementara buat bodycare, bahan seperti kopi, beras, serai, dan virgin coconut oil (VCO) juga hits karena bisa mengangkat sel kulit mati sekaligus bikin kulit halus dan wangi natural. Semua bahan ini bukan cuma tren sesaat, tapi bukti kalau rempah Nusantara punya potensi besar untuk bersaing di dunia kosmetik alami dan sustainable bodycare. Jadi, next time kalau Trendies sedang atau ingin cari produk baru buat skincare routine, coba lirik brand lokal yang berbasis rempah biar kulit terhindar dari bahan kimia berlebihan dan tetap bisa glowing ditambah bumi juga ikutan happy!

Kalau Trendies masih kekurangan informasi terkait rempah nusantara atau bahan alami lainnya yang memiliki manfaat banyak untuk kulit, cek bahan-bahan berikut ini yuk!

1. Temulawak (Curcuma xanthorrhiza)

2. Lempuyang (Zingiber zerumbet)

  • Mirip jahe tapi lebih aromatik.

  • Manfaat: menghaluskan kulit, antibakteri, dan membantu mengurangi bau badan.

  • Cocok untuk: body scrub, sabun herbal, dan deodorant alami.

3. Cendana (Sandalwood / Santalum album)

4. Pala (Nutmeg / Myristica fragrans)

  • Rempah khas Maluku.

  • Manfaat: antioksidan tinggi, membantu regenerasi kulit, dan memperlambat tanda penuaan.

  • Cocok untuk: body butter, lip balm, dan face oil.

5. Cengkeh (Clove / Syzygium aromaticum)

6. Kencur (Kaempferia galanga)

7. Daun Sirih (Piper betle)

  • Dikenal karena efek antibakteri dan antijamurnya.

  • Manfaat: menjaga kebersihan kulit, mencegah iritasi, dan menyegarkan tubuh.

  • Banyak dipakai di: sabun cair, feminine hygiene, dan toner alami.

8. Lidah Buaya (Aloe vera)

9. Kopi dan Beras

10. Daun Kemangi & Jeruk Purut

  • Aroma segar & antibakteri alami.

  • Manfaat: menenangkan kulit berminyak dan memberikan efek aromaterapi.

  • Biasanya ditemukan dalam: body mist, sabun herbal, dan minyak aromaterapi.

Thyme jadi Primadona Rempah Nusantara Baru

Selain bahan-bahan tadi, ada satu bahan yang sedang mengalami peningkatan demand di sejumlah negara, yaitu Thyme. Daun kecil dengan aroma kuat yang khas ini, sering digunakan dalam masakan, aromaterapi, dan hingga kini dalam industri kecantikan alami. Komponen aktif utamanya adalah thymol, carvacrol, rosmarinic acid, dan berbagai flavonoid antioksidan, yang menjadikan thyme punya banyak manfaat kesehatan dan kecantikan.

Menurut data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS), nilai ekspor thyme asal Indonesia pada tahun 2024 tembus US$123.778, naik signifikan dari tahun sebelumnya yang mencapai US$89.415. Lonjakan ini menunjukkan betapa besarnya minat pasar global terhadap rempah aromatik yang kaya manfaat ini. Tak hanya populer di dunia kuliner, thyme essential oil kini jadi incaran industri kosmetik alami dan perawatan kulit, berkat khasiatnya yang efektif untuk mengatasi kulit berminyak, jerawat, hingga ketombe. Nggak heran kalau permintaan thyme terus meningkat, terutama dari negara dengan tren natural skincare seperti Jepang dan Korea Selatan.

Menariknya, thyme asal Indonesia punya keunggulan tersendiri dari segi kualitas. Ditanam di iklim tropis, daun ini punya aroma dan kadar minyak esensial yang lebih kuat dibandingkan thyme dari negara subtropis. Ditambah lagi, penerapan teknologi pengeringan dan pengolahan modern membuat komoditas ini semakin kompetitif di pasar global.

Melihat tren green beauty dan meningkatnya permintaan bahan alami, Indonesia punya peluang besar untuk menjadikan thyme sebagai salah satu ikon ekspor rempah masa depan. Dengan dukungan peningkatan kualitas, sertifikasi organik, dan inovasi produk turunan seperti skincare dan aromaterapi, bukan mustahil thyme Indonesia bisa jadi primadona baru dalam industri sustainable beauty dunia.

Berita Terkait :