Audio ini dibuat secara otomatis. Ada masukan? Beritahu kami.
Trends.co.id, Tangerang – Industri estetika melaju cepat menuju era minimal invasive serta downtime singkat. Jika dulu perawatan kulit dan wajah identik dengan prosedur invasif, kini teknologi energy-based device (EBD) kian diminati dan jadi pilihan utama, khususnya bagi mereka yang mendambakan hasil nyata tanpa mengganggu aktivitas sehari-hari. Salah satu kombinasi yang mencuri perhatian tahun ini adalah duet teknologi Volnewmer dan Ultraformer MPT, yang diperkenalkan dalam acara Classys User Meeting 2025 di JHL Solitaire Gading Serpong, Tangerang, (4/12).
Dalam gelaran yang dihadiri dokter estetika, pemilik klinik, hingga praktisi kecantikan dari berbagai daerah, sesi simposium dan case sharing memperlihatkan bahwa tren perawatan kini bergerak menuju kombinasi teknologi, bukan lagi satu alat berdiri sendiri. Tujuannya sederhana: memberikan hasil yang lebih komprehensif, natural, dan bertahap.
Ultraformer MPT dikenal sebagai teknologi berbasis Micro-Pulsed Technology yang menyasar lapisan SMAS (Superficial Musculo-Aponeurotic System)—struktur yang juga menjadi target dalam prosedur bedah facelift. Treatment ini memberikan efek lifting presisi, memperbaiki struktur kulit dari bagian terdalam.
Sementara partner barunya, Volnewmer, mengandalkan Premium Monopolar RF (Radio Frequency) untuk mengencangkan kulit, memperbaiki tekstur, mengecilkan pori, hingga meningkatkan elastisitas.
Ketika dikombinasikan, keduanya menciptakan hasil yang lebih optimal:
Hal tersebut juga diakui dr Achmad Yudha, SpDVE, FINSDV, “Yang sedang populer adalah treatment menggunakan Volnewmer Ultraformet MPT, kalau digabung itu menjadi Volformer. Treatment ini membuat wajah menjadi lifted (terangkat), bisa mengurangi lemak berlebih dan kulitnya jadi kencang banget.”
Kondisi kulit yang kencang menurut Yudha dengan sendirinya akan membuat garis rahang menjadi lebih tegas. “Jaw line-nya jadi sharp banget, dan prosesnya enggak sakit,” tuturnya.
Dengan demikian, tak heran jika banyak klinik mulai mengadopsi metode ini sebagai paket unggulan tahun 2025.
“Melalui penghargaan Clinical Excellence Award 2025, terlihat bahwa kombinasi treatment Volnewmer + Ultraformer MPT telah terbukti memberikan hasil signifikan dan membuka standar baru dalam perawatan non-invasif,” ujar Jay Won, CEO PT Haju Medical Indonesia.
Salah satu momen yang menjadi sorotan adalah presentasi dari Luminous Clinic, yang menampilkan transformasi pasien dengan keluhan kulit kendur, pori besar, serta deep nasolabial fold. Dalam waktu dua minggu setelah prosedur kombinasi, perbaikan terlihat signifikan.
Visual ini menjadi bukti bahwa energy-based treatment kini mampu memberikan hasil mirip prosedur invasif—tanpa pisau bedah.
Para pembicara sepakat bahwa kombinasi ini menjawab kebutuhan pasien modern. Beberapa poin yang paling diapresiasi antara lain:
Pakar estetika dari Korea Selatan dr Boncheol Leo Goo mengonfirmasi bahwa kelompok pengguna treatment ini semakin muda.
“Semula, treatment ini untuk middle-age group. Tapi kini masyarakat mulai sadar bahwa prejuvenation lebih mudah daripada reversal (mengembalikan kondisi kulit),” jelasnya ditemui di sela-sela acara, Kamis (4 Desember 2025).
Fenomena prejuvenation ini sejalan dengan tren global: menjaga kualitas kulit sejak dini lebih mudah—dan lebih kost-effective—dibanding memperbaiki kerusakan setelah terjadi.
Menurutnya, tiga alasan utama treatment ini diminati adalah:
1. Convenience
2. Low downtime
3. Hasil yang nyata tanpa tampilan ‘overdone’
“Kombinasi ini memberikan perubahan signifikan tapi tetap terlihat natural—itu yang pasien inginkan,” tambahnya
Menariknya, teknologi perawatan kecantikan ini bukan hanya milik perempuan. Dr Goo mengatakan, treatment ini juga diminati kaum adam di Korea Selatan.
“Wanita umumnya fokus pada anti-aging, sementara pria ingin kontur lebih tegas,” jelas dr. Goo. Namun, keduanya memiliki satu kesamaan: ingin tampil lebih segar, tanpa terlihat seperti melakukan prosedur estetika.
Kehadiran teknologi ini di Indonesia menurut Dr Goo tak lepas dari meningkatnya kepedulian masyarakat Indonesia pada perawatan diri dan estetika.