Mengenal Penyakit Anxiety: Penyebab, Gejala, dan Cara Penanganannya

Ilustrasi
sosmed-whatsapp-green
Trends.co.id Hadir di WhatsApp Channel
Follow

TRENDS.CO.ID, JAKARTA – Hai, Sahabat Trends! Pernahkah kamu merasa cemas atau gelisah tanpa alasan yang jelas? Nah, perasaan tersebut bisa jadi adalah tanda dari gangguan kecemasan atau yang biasa kita sebut dengan anxiety. Kondisi ini memang sering terjadi, namun sayangnya, masih banyak yang belum menyadari bahwa anxiety merupakan suatu penyakit yang bisa mempengaruhi kualitas hidup jika tidak ditangani dengan tepat.

Yuk, kita bahas lebih lanjut tentang anxiety, apa penyebabnya, gejalanya, dan bagaimana cara menanganinya.

Apa Itu Anxiety?

Anxiety adalah gangguan kesehatan mental yang ditandai dengan perasaan cemas, khawatir, atau takut yang berlebihan, bahkan dalam situasi yang sebenarnya tidak mengancam. Menurut American Psychological Association (APA), kecemasan adalah reaksi alami tubuh terhadap stres, namun menjadi masalah jika intensitasnya berlebihan atau berlangsung dalam jangka waktu yang lama. Sahabat Trends, kecemasan bisa dialami oleh siapa saja, baik anak-anak, remaja, maupun orang dewasa.

Penyebab Anxiety

Penyebab anxiety tidak selalu sederhana. Banyak faktor yang berperan, mulai dari genetik hingga lingkungan. Berikut beberapa faktor yang sering menjadi penyebab anxiety:

  • Faktor Genetik

Ternyata, gangguan kecemasan bisa diwariskan, lho! Menurut penelitian dari National Institute of Mental Health (NIMH), individu yang memiliki riwayat keluarga dengan gangguan kecemasan lebih rentan untuk mengalami kondisi serupa.

  • Peristiwa Trauma

Sahabat Trends, pernahkah kamu mendengar istilah trauma psikologis? Pengalaman buruk, seperti kehilangan orang yang dicintai, kecelakaan, atau bencana alam, bisa memicu timbulnya kecemasan yang berkepanjangan. Trauma ini seringkali sulit dilupakan, sehingga otak terus-menerus berada dalam mode ‘waspada’, yang akhirnya memunculkan rasa cemas berlebihan.

  • Stres Berlebihan

Stres akibat pekerjaan, masalah keuangan, atau hubungan sosial yang rumit juga dapat memicu anxiety. Dalam kondisi tertentu, tubuh kita memproduksi hormon stres secara berlebihan, yang menyebabkan perasaan cemas tak kunjung hilang.

  • Kondisi Kesehatan Fisik

Beberapa kondisi medis seperti gangguan tiroid, masalah jantung, atau gangguan pernapasan juga bisa memicu kecemasan. Hal ini disebabkan oleh perubahan fungsi tubuh yang mempengaruhi sistem saraf kita.

  • Penyalahgunaan Zat

Konsumsi alkohol, narkoba, atau obat-obatan tertentu juga dapat memicu kecemasan. Ketika tubuh tergantung pada zat-zat ini, kecemasan sering muncul sebagai efek samping dari ketergantungan atau penarikan diri dari zat tersebut.

Pages: 1 2 3
Berita Terkait :