TRENDS.CO.ID, Jakarta – William Althur, seorang pengusaha muda yang kini sukses sebagai Komisaris Utama PT MPE dan CEO & Founder Althur Garage, memiliki perjalanan hidup yang penuh tantangan. Sebagai seorang figur yang dikenal berwibawa, kisah hidupnya tidak hanya menginspirasi, tetapi juga menggugah hati. Sejak dalam kandungan, William menghadapi kenyataan pahit: ibunya berusaha mengakhiri kehamilannya. Namun, meski dilanda ancaman aborsi, William bertahan dan kini telah menemukan kedamaian melalui pengampunan.
Ancaman Aborsi dan Kekuatan untuk Bertahan
William mengungkapkan bahwa, sejak awal kehidupannya, ia berada dalam situasi yang penuh dengan ketidakpastian.
“Ibu saya meminum obat untuk mengakhiri hidup saya sebelum saya lahir. Dokter mengatakan jika saya selamat, saya mungkin akan cacat atau tidak hidup lama. Tapi saya di sini hari ini, berdiri dan hidup,” kenangnya.
Meski menghadapi ancaman dari sang ibu, William tetap bertahan dan tumbuh menjadi pribadi yang kuat.
Tumbuh Tanpa Kehadiran Ibu: Luka Emosional yang Dalam
Kehidupan William semakin penuh tantangan setelah ia tumbuh tanpa kehadiran sang ibu selama 17 tahun. Ketidakhadiran ibu menimbulkan luka emosional yang mendalam, serta rasa tidak diinginkan.
“Saya tumbuh dengan banyak pertanyaan, penuh kemarahan, dan merasa tidak diinginkan,” ungkapnya.
Memaafkan untuk Kebebasan Batin
Meski memiliki kemarahan yang mendalam terhadap ibunya, William memilih untuk tidak terjebak dalam luka masa lalu. Ia sadar bahwa kebahagiaan sejati hanya bisa didapatkan dengan memaafkan.
“Dendam hanya mengikat saya pada luka itu selamanya. Saya ingin bebas, dan kebebasan itu datang dari satu kata: maaf,” ujarnya.
Pilihan untuk memaafkan bukan hanya tentang melepaskan kebencian, tetapi tentang melepaskan beban emosional yang menghalangi kebahagiaan dan kesuksesan.
Pertemuan Kembali dan Pengampunan
Setelah hampir dua dekade, William akhirnya bertemu kembali dengan ibunya. Momen emosional ini menjadi titik balik penting dalam hidupnya.
“Saat saya melihat mata ibu saya, saya melihat seseorang yang juga terluka dan hidup dengan beban yang sama beratnya,” ungkap William. Meskipun luka masa lalu tak bisa sepenuhnya dilupakan, pertemuan ini memberi kesempatan bagi keduanya untuk menyembuhkan diri dan membangun hubungan yang lebih baik.
Menjadi Pemenang Sejati: Lebih dari Sekadar Prestasi
Kini, William Althur menjadi sosok yang tidak hanya sukses dalam dunia bisnis, tetapi juga telah mengatasi luka emosional yang ia bawa sejak kecil. Ia menekankan bahwa menjadi pemenang sejati tidak hanya diukur dari prestasi atau jabatan, tetapi dari kemampuan untuk mengatasi luka batin dan menemukan pengampunan.
“Saya ingin menjadi pemenang, bukan karena jabatan atau prestasi, tetapi karena saya berhasil menaklukkan luka di hati saya,” kata William.
Kekuatan Pengampunan yang Menginspirasi
Kisah hidup William Althur adalah contoh nyata bagaimana seseorang bisa bangkit dan menemukan makna baru dalam hidup meski dilanda pengalaman pahit. Dengan memilih memaafkan, ia tidak hanya menyembuhkan dirinya, tetapi juga menjadi inspirasi bagi banyak orang yang mengalami luka emosional serupa.
Akses mudah jadwal sholat, imsak, dan buka puasa harian untuk seluruh Indonesia. Informasi akurat untuk ibadah yang lebih khusyuk & berkah