Audio ini dibuat secara otomatis. Ada masukan? Beritahu kami.
JAKARTA, TRENDS.CO.ID – Piala Bela Negara 2026 sebuah festival sepak bola usia muda tingkat nasional yang mempertandingkan kategori usia 10 tahun atau U-10 dan usia 12 tahun atau U-12 resmi dibuka pada hari Sabtu, 25 Juli 2026 di Sport Centre Yayasan Minhaajurosyidiin, Lubang Buaya, Jakarta Timur
Usai Pembukaan langsung dilanjutkan dengan pertandingan dua kelompok usia yang babak penyisihan sudah dimulai pada hari Jumat, 24 Juli 2026 hingga partai Final akan dilaksanakan pada hari Minggu,26 Juli 2026.
Festival ini diikuti oleh klub dan Sekolah Sepak Bola atau SSB dari 20 provinsi di seluruh Indonesia. Pada kategori U-10, sebanyak 32 klub dan SSB bersaing memperebutkan gelar juara. Sementara itu, kategori U-12 diikuti oleh 24 klub dan SSB.
Dengan demikian, secara keseluruhan terdapat 56 tim sepak bola usia muda yang berpartisipasi dalam Piala Bela Negara 2026.
Kehadiran puluhan tim dari berbagai daerah tersebut menjadikan festival ini sebagai salah satu ajang pembinaan dan kompetisi sepak bola usia muda berskala nasional.
Ketua Umum Asosiasi Pembina Sepakbola Usia Muda Seluruh Indonesia (APSUMSI) Bapak H. Agus Riyanto dalam sambutannya mengatakan bahwa Piala Bela Negara 2026 tidak hanya menjadi kompetisi untuk mencari tim terbaik, tetapi juga menjadi sarana pembinaan karakter bagi para pemain sepak bola usia muda.
“Piala Bela Negara 2026 merupakan festival sepak bola usia muda kategori U-10 dan U-12 FORSGI. Ajang ini bertujuan untuk menjaring atlet-atlet muda berbakat sekaligus menanamkan nilai-nilai kedisiplinan dan cinta tanah air,” ujar pria yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Forum Sepakbola Generasi Indonesia (FORSGI)
Menurutnya, pembinaan sepak bola usia muda harus dilakukan secara terarah, berkelanjutan, dan tidak hanya berfokus pada kemampuan teknis di lapangan. Para pemain juga perlu dibekali dengan sikap disiplin, sportivitas, kerja sama, tanggung jawab, serta semangat kebangsaan sejak usia dini.
Melalui festival ini, para pemain muda diharapkan memperoleh pengalaman bertanding menghadapi tim-tim dari berbagai provinsi. Pengalaman tersebut dinilai penting untuk meningkatkan mental bertanding, kemampuan teknis, pemahaman taktik, serta rasa percaya diri para pemain.
“Piala Bela Negara 2026 ini baru permulaan, nanti nya juara dari turnamen ini akan dipertemukan dengan juara dari 14 operator sepakbola yang tergabung dalam APSUMSI akan bersaing memperebutkan juara Piala Bela Negara tingkat nasional. Insya Allah, akan digelar di Stadion Pakansari tanggal 12-13 Desember 2026 dan akan dihadiri oleh Presiden RI Prabowo Subianto
Acara Pembukaan juga dihadiri Kabacadnas Kementerian Pertahanan Republik Indonesia, Letjen TNI Gabriel Lema, Anggota Komisi I DPR RI Dave Akbarshah Fikarno Laksono, Dewan Pembina Garudayaksa FC Fary Djemy Francis, dan Plt Deputi Bidang Pembudayaan Olahraga Kemenpora Budi Ariyanto Muslim
Letjen TNI Gabriel Lema,dalam sambutannya mengatakan bahwa pembinaan usia muda wajib kita lakukan bersama dengan agenda seperi ini dan mari kita sukseskan agenda ini untuk kita tentukan nasib generasi muda dari sekarang ini untuk menjadi generasi muda yang berkualitas,” ujarnya
Dukungan tersebut juga menjadi bentuk perhatian terhadap pentingnya pembinaan atlet sejak usia muda sebagai bagian dari pembangunan sepak bola nasional.
Hadir juga sejumlah pihak, antara lain perwakilan PSSI, Asprov dan Askot DKI Jakarta, legenda sepak bola nasional, artis Indonesia, serta ketua operator sepak bola.
Keterlibatan berbagai pemangku kepentingan tersebut diharapkan memperkuat sinergi antara organisasi pembinaan usia muda, pemerintah, federasi sepak bola, pengelola kompetisi, klub, SSB, pelatih, orang tua, dan masyarakat.
Dimeriahkan Pencak Silat dan Drumband UNHAN
Selain pertandingan sepak bola, Acara pembukaan dimeriahkan dengan sejumlah pertunjukan.
Penampilan pencak silat IPSI Persinas ASAD serta pertunjukan Drumband Universitas Pertahanan Republik Indonesia atau UNHAN RI menjadi pembeda dalam festival ini
Penampilan pencak silat memperkenalkan semangat ketangkasan, keberanian, kedisiplinan, dan pelestarian budaya bangsa. Sementara itu, pertunjukan drumband UNHAN RI semakin menguatkan nuansa kebangsaan dan semangat bela negara dalam penyelenggaraan festival
Perpaduan antara kompetisi sepak bola, seni bela diri, pertunjukan drumband, dan pesan kebangsaan menjadi ciri utama kegiatan ini. Piala Bela Negara 2026 dirancang tidak hanya sebagai agenda olahraga, tetapi juga sebagai sarana pendidikan karakter bagi generasi muda.
Mencari Bibit Pesepak Bola Masa Depan
Penyelenggaraan kategori U-10 dan U-12 dipilih karena usia tersebut merupakan salah satu fase penting dalam proses pembentukan dasar kemampuan seorang pesepak bola. Pada tahap ini, pemain mulai mengembangkan teknik dasar, pemahaman permainan, koordinasi, keberanian mengambil keputusan, dan kemampuan bekerja sama dalam sebuah tim.
Melalui kompetisi yang tertata, para pemain muda dapat belajar menghadapi kemenangan maupun kekalahan secara sportif. Mereka juga mendapatkan kesempatan untuk berinteraksi dengan pemain dari berbagai latar belakang dan daerah.
Festival ini diharapkan dapat menjadi salah satu jalur untuk menemukan bibit-bibit potensial yang kelak mampu berkembang menjadi pemain profesional dan memperkuat sepak bola Indonesia di tingkat nasional maupun internasional.
Para pelatih dan pembina juga diharapkan tidak membebani peserta dengan target kemenangan semata. Proses pembelajaran, perkembangan kemampuan, kenyamanan anak saat bermain, dan pembentukan karakter tetap menjadi tujuan utama dalam kompetisi sepak bola usia muda.
Menanamkan Nilai Bela Negara
Penggunaan nama “Piala Bela Negara” membawa pesan bahwa pembinaan generasi muda melalui olahraga memiliki hubungan erat dengan pembentukan karakter kebangsaan.
Nilai bela negara dapat diterapkan melalui kedisiplinan mengikuti latihan, menghormati pelatih dan perangkat pertandingan, menaati peraturan, menjaga nama baik tim, menghargai lawan, serta berusaha memberikan kemampuan terbaik bagi daerah dan organisasi yang diwakili.
Semangat tersebut diharapkan tumbuh dalam diri setiap pemain selama mengikuti turnamen. Dengan demikian, peserta tidak hanya pulang membawa pengalaman bertanding, tetapi juga membawa pemahaman mengenai pentingnya persatuan, tanggung jawab, kerja keras, dan kecintaan terhadap Indonesia.
Festival Sepakbola FORSGI Nasional Piala Bela Negara 2026 diharapkan berlangsung aman, tertib, kompetitif, dan penuh semangat kekeluargaan. Melalui partisipasi 56 klub dan SSB dari 20 provinsi, kegiatan ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat pembinaan sepak bola usia muda sekaligus melahirkan calon-calon pemain masa depan yang berprestasi, disiplin, sportif, dan mencintai tanah air. (*)