TRENDS.co.id, Bali – Trendies, minum teh telah menjadi kebiasaan yang sudah lama dikenal lintas generasi. Namun, cara orang menikmati teh kini mengalami perubahan. Di tengah meningkatnya kesadaran akan kesehatan dan keseimbangan hidup, muncul ketertarikan baru terhadap tea blends—minuman herbal yang menawarkan pengalaman berbeda dari teh pada umumnya. Dalam beberapa tahun terakhir, tea blends semakin populer dengan alasannya berkaitan langsung dengan gaya hidup modern yang lebih mindful.
Memahami perbedaan teh dan tea blends menjadi penting, terutama bagi mereka yang ingin mencari alternatif minuman yang lebih ringan, alami, dan relevan dengan gaya hidup modern. Lalu, apa sebenarnya perbedaan antara teh pada umumnya dan tea blends?
Secara teknis, teh berasal dari satu tanaman yang sama, yaitu Camellia sinensis. Dari tanaman tersebut menghasilkan teh hitam, teh hijau, teh putih dan teh oolong dengan perbedaan di antaranya berasal dari proses oksidasi dan pengolahannya. Ditambah ciri utama teh pada umumnya:
Sementara Tea Blends berbeda dari teh konvensional, jenis minuman satu ini justru tidak menggunakan daun teh, namun berasal dari berbagai campuran bahan alami seperti bunga, daun herbal, rempah, akar, atau kulit buah. Inilah pembeda utama dalam perbedaan teh dan tea blends. Jika teh berfokus pada satu jenis tanaman, tea blends justru merayakan keberagaman botanikal dan minim terhadap kandungan kafein.
Banyak orang kini mencari minuman herbal alami untuk relaksasi atau dengan alasan dapat dinikmati malam hari tanpa efek kafein dan tea blends menjadi alternatifnya, karena menggunakan bahan dasar dari chamomile, rosella, bunga telang, pandan, dan daun kelor yang kandungannya dipercaya dapat menenangkan tubuh serta alami.
Indonesia, khususnya Bali, memiliki kekayaan tanaman tropis yang sangat cocok untuk dikembangkan sebagai teh herbal Bali. Dari sinilah lahir berbagai botanical tea Indonesia yang mengedepankan bahan lokal dan proses yang lebih alami. Tea blends dari Bali umumnya tidak mengejar rasa yang tajam, melainkan keseimbangan, karakter inilah yang membuatnya mudah diterima oleh berbagai usia dan latar belakang.
Salah satu contoh tea blends dari Bali adalah Shade Botanicals. Brand ini dikenal dengan pendekatan botanical tea yang minim atau tanpa penggunaan teh hitam dan hijau. Menggunakan bahan-bahan alami tanpa perisa buatan, teh botani ini terasa ringan, bersih, dan tidak berlebihan.
Setiap blend dirancang untuk menjadi bagian dari keseharian—baik sebagai teman bekerja, waktu istirahat, maupun ritual santai di rumah. Mengutip dari laman resmi Shade Botanical, visi dan misi ialah mengutamakan keseimbangan minuman dengan tubuh, bukan sekadar tentang rasa.
Didirikan pada tahun 2020 dengan niat tulus untuk mengajak orang-orang meluangkan waktu sejenak—bersantai, merawat diri, menikmati setiap momen, serta terhubung dengan orang-orang terdekat melalui secangkir teh. Setiap blend dikurasi dengan hati-hati dan pemilihan campurannya juga ditanam dan dipetik segar oleh pertanian lokal skala kecil di Indonesia, lalu dikeringkan, dipotong secara manual, dan diracik dengan cermat di Bali, Indonesia.
Berikut beberapa varian yang bisa Trendies pilih dan rasakan langsung :
PANDAN PANACEA – Daun Pandan | Buah Nanas | Daun Mint
Menyejukkan, menyegarkan, membantu melancarkan pencernaan, meningkatkan kekebalan imun, serta melegakan persendian dan otot. Dapat dinikmati kapan saja; siang atau malam, dapat disajikan dalam bentuk teh panas atau dingin – BEBAS KAFEIN
CITRUS GREEN – Teh Hijau | Buah Jeruk | Daun Sereh | Bunga Gemitir
Memiliki tekstur ringan, beraroma jeruk, menstimulasi, memperlambat dan mengurangi tanda-tanda penuaan; berguna untuk membuang racun dalam tubuh (detoksifikasi). Sangat baik dikonsumsi untuk memulai hari – menjaga pikiran tetap fokus dan tenang. Dapat dikonsumsi sepanjang hari; disajikan dalam bentuk teh panas maupun dingin – MENGANDUNG KAFEIN
GOLDEN ROSELLA – Bunga Rosela | Kunyit | Kayu Manis
Menghangatkan, menenangkan, meningkatkan metabolisme tubuh. Campuran teh ‘Golden Rosella’ memiliki keseimbangan sempurna dari rasa asam dan manis. Bersifat anti radang, membantu proses penurunan berat badan, serta mencerahkan kulit saat dikonsumsi pagi atau malam; panas atau dingin – BEBAS KAFEIN
BLUE DREAM – Bunga Kamomil | Bunga Lavender | Bunga Telang
Membantu mengurangi penuaan dini, meningkatkan perkembangan sel untuk menjaga kesehatan kulit dan rambut. ‘Blue Dream’ merupakan campuran yang tepat untuk membantu menenangkan pikiran dan tubuh dan meningkatkan kolagen. Baik untuk diminum saat malam sebelum tidur – BEBAS KAFEIN
Untuk varian satu ini, kamu bisa menambahkan lemon atau jeruk nipis untuk melihat bunga telang berubah dari biru menjadi ungu.
MORINGA MELODY – Daun Kelor | Daun Sereh | Bunga Kenop
Memiliki tekstur ringan, beraroma herbal, bersifat antioksidan, dan meningkatkan fungsi otak. ‘Moringa Melody’ merupakan varian teh terbaru kami; membantu menambah kekebalan imun, mengatur gula darah, dan meningkatkan metabolisme. Dapat dijadikan pilihan teh yang baik dikonsumsi pagi atau malam hari – BEBAS KAFEIN
Dengan kekayaan alamnya, teh herbal Bali dan botanical tea Indonesia kini semakin mengukuhkan posisinya dalam tren minuman herbal modern. Tidak lagi sekadar alternatif, tea blends hadir sebagai pilihan yang lebih ringan, alami, dan selaras dengan gaya hidup masa kini, terutama bagi kamu yang ingin mengurangi konsumsi kafein atau sekadar mencari minuman yang bisa dinikmati kapan saja.
Tea blends mengajak kita untuk menikmati teh dengan cara yang lebih santai dan personal. Tidak terburu-buru, tidak berlebihan, cukup hadir dan menikmati prosesnya. Dengan bahan-bahan alami dari bunga, rempah, dan tanaman herbal, tea blends menawarkan pengalaman minum yang lebih lembut dan membumi. Ditambah penampilannya yang estetik dapat Trendies padu padankan dengan cangkir-cangkir kekinian yang bikin mood minum tea blends makin menyenangkan.

Jika Trendies sedang mencari alternatif teh yang lebih ringan, alami, dan mendukung gaya hidup sehat, inilah saat yang tepat untuk mulai mengenal dan merasakan tea blends. Karena terkadang, perubahan kecil—seperti secangkir teh—bisa membawa dampak besar bagi tubuh dan keseharian.