
TRENDS.CO.ID, Bali – Kesuksesan adalah sebuah perjalanan yang tak selalu mudah dilalui, namun bagi Atta Ul Karim, Chief Executive Officer (CEO) Al Barkat Carpets, setiap langkah dalam hidupnya telah membentuknya menjadi sosok yang tangguh dan inspiratif.
Di usia 31 tahun, Atta kini berdiri di antara para pemimpin bisnis papan atas, diakui sebagai salah satu dari Top 100 CEO di Pakistan. Sebuah prestasi yang luar biasa mengingat perjalanannya yang penuh liku.
Atta tidak pernah membayangkan dirinya akan berdiri di atas panggung penghargaan CEO Summit di Bali pada 2024, menerima penghargaan bergengsi tersebut.
“Saya sangat bersyukur bisa berada di sini. Ini semua berkat kerja keras dan dukungan dari tim saya,” ujar Atta dalam keterangan tertulisnya Rabu (16/10/2024) dengan rendah hati, mengenang awal mula dirinya berjuang membangun bisnis karpet dari nol.
Perjalanan Atta dimulai dari hal yang sederhana. Terlahir dari keluarga pengrajin karpet di Pakistan, Atta kecil tumbuh besar dengan melihat proses pembuatan karpet yang rumit dan memakan waktu. Namun, hal itu menumbuhkan semangatnya untuk membawa karya tangan tradisional ini ke panggung yang lebih besar. Dia bermimpi, satu hari nanti, produknya akan dikenal di seluruh dunia.
Namun, mimpi tak selalu berjalan mulus. Atta menghadapi berbagai tantangan, termasuk keterbatasan pendidikan. Ia tidak dapat melanjutkan sekolah karena keterbatasan ekonomi.
“Tidak bisa melanjutkan sekolah adalah salah satu ujian terbesar dalam hidup saya. Tapi saya percaya, selalu ada jalan lain untuk sukses,” ujarnya, berbagi pengalamannya yang penuh perjuangan.
Tidak menyerah pada keadaan, Atta memutuskan untuk membangun bisnis dari warisan keluarganya. Dia mulai memproduksi karpet berkualitas tinggi dengan desain unik yang memadukan tradisi dan modernitas. Al Barkat Carpets pun lahir, sebuah perusahaan yang dimulai dari rumah kecilnya kini telah tumbuh menjadi jaringan bisnis besar dengan 28 cabang di Indonesia.
“Saya memulai semuanya dengan tekad. Saya ingin menunjukkan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk mencapai sukses,” tutur Atta.
Kerja kerasnya berbuah manis, dan di usianya yang masih muda, dia telah diakui oleh banyak pihak sebagai Pengusaha sukses. Prestasinya menjadi pengingat bagi semua orang bahwa masa lalu tidak mendikte masa depan.
Kisah Atta Ul Karim adalah bukti nyata bahwa mimpi besar dapat tercapai meskipun dimulai dari kesederhanaan. “Saya berharap, cerita saya bisa menginspirasi orang lain, terutama anak muda. Jangan pernah berhenti bermimpi, dan yang terpenting, jangan takut untuk bekerja keras. Kadang-kadang, rencana hidup kita mungkin tidak sesuai harapan, tapi di situlah keajaiban bisa terjadi,” pesan Atta kepada generasi muda.
Kini, sebagai salah satu dari Top 100 CEO di Pakistan, Atta tetap rendah hati dan berkomitmen untuk terus mengembangkan usahanya, serta membantu lebih banyak orang melalui lapangan kerja yang ia ciptakan. “Keberhasilan saya adalah keberhasilan semua orang di sekitar saya. Saya percaya bahwa dengan saling mendukung, kita bisa menciptakan dunia yang lebih baik,” tutupnya.
Perjalanan Atta Ul Karim adalah pengingat bahwa di balik setiap kesuksesan besar, ada cerita perjuangan, kerja keras, dan tekad yang kuat. Bagi Sahabat Trends yang sedang berjuang mengejar mimpi, ingatlah kata-kata bijak: “Bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian.” Tetaplah berusaha, karena siapa tahu, kesuksesan besar sedang menunggu di tikungan berikutnya.