
TRENDS.CO.ID – Treners, pernahkah mencoba filter di Instagram atau TikTok lalu terpesona lihat wajah sendiri jadi lebih glowing, pipi lebih tirus, atau kulit mulus tanpa noda? Nah, tampilan ala filter itulah yang kini disebut sebagai “AI Look” dan menariknya, tren ini sudah merambah dunia nyata lewat perawatan di klinik kecantikan.
Menurut dr. Angel, Chief Operating Officer (COO) Derma Express, fenomena filter media sosial memang membentuk standar baru dalam kecantikan. “Banyak pasien datang sambil bawa foto hasil filter, lalu bilang, ‘dok, saya mau seperti ini’. Kalau permintaannya realistis, tentu bisa. Tapi kalau wajahnya diminta berubah total, ya kami harus jujur tidak bisa,” ungkapnya.
Menariknya, masalah kulit setiap orang ternyata berbeda tergantung usia. dr. Angel menjelaskan, “Pada usia 20 – 30 tahun, yang paling sering muncul adalah jerawat. Tapi ketika masuk usia 30 – 40 bahkan 50 tahun, masalahnya bergeser ke flek hitam.” Jadi, kebutuhan perawatan memang berubah seiring bertambahnya usia.
Bukan hanya kulit mulus, wajah tirus juga jadi dambaan banyak orang. “Karena terbiasa selfie dengan filter, orang ingin hasil serupa di dunia nyata. Treatment meniruskan wajah jadi favorit,” kata dr. Angel.
Treatment yang ditawarkan pun bervariasi, tergantung kondisi pasien:
“Tidak semua orang perlu ketiganya, semua disesuaikan dengan bentuk wajah,” tambahnya.
Kalau dulu standar kecantikan identik dengan kulit putih, sekarang tren sudah bergeser. “Sekitar 5 tahun lalu, hampir semua orang minta kulit putih. Sekarang mereka lebih realistis, sadar bahwa kulit sawo matang pun cantik asalkan terawat. Targetnya sekarang kulit cerah dan bersih, bukan sekadar putih,” jelas dr. Angel.
Ada juga kesalahpahaman seputar treatment tarik benang. Banyak yang mengira fungsinya untuk meniruskan wajah. Padahal sebenarnya, “Tarik benang itu untuk mengangkat dan reposisi lemak, terutama untuk kulit kendur. Biasanya cocok untuk usia 35 tahun ke atas,” tegas dr. Angel.
Fenomena AI Look memang bikin banyak orang tergoda ingin tampil sempurna. Tapi dr. Angel mengingatkan, ada batasan realistis yang perlu dipahami. Misalnya, hasil tarik benang tidak akan bisa 100% kencang seperti filter paling maksimal 50 – 80%.
“Pesan saya, jangan sekadar ikut tren atau FOMO. Uang itu susah dicari, jadi jangan dihabiskan untuk treatment yang tidak perlu. Kalau masih bingung, konsultasi saja dulu. Di Derma Express konsultasi gratis, supaya pasien tahu mana perawatan yang cocok,” tuturnya.
Nah, buat Treners yang lagi kepikiran coba perawatan untuk dapetin look ala filter AI tapi tetap natural dan sehat, ada kabar gembira: Derma Express resmi buka cabang ke-22 di Bekasi Central Business District (BCBD), Summarecon Bekasi.
dr. Jennifer Nanda, Head Doctor Derma Express Bekasi, mengatakan, “Kami hadir di Bekasi untuk menjawab kebutuhan masyarakat urban yang ingin perawatan efektif, aman, dan terjangkau. Di sini, pasien bisa memulai perjalanan merawat kulitnya dengan nyaman dan terpercaya.”
Layanan unggulan di Derma Express Bekasi meliputi:
Semua treatment dilakukan aman, minim rasa sakit, tahan lama, dan sudah mengantongi izin resmi dari Kementerian Kesehatan RI.
Dan spesialnya, ada promo pembukaan hingga 14 September 2025 berupa konsultasi gratis dan diskon 20% untuk semua single treatments dan produk.
dr. Jennifer menambahkan, “Derma Express juga punya lima treatment favorit DexPeople yaitu Dermatox, Dermal Filler, NCTF, Clear & Glow, dan Glow UP! Semua dirancang agar wajah lebih sehat, cerah, glowing, dan proporsional dengan proses yang cepat dan aman.”
Dengan sistem pembayaran transparan semua biaya diinformasikan di awal pasien tidak perlu khawatir dengan biaya tambahan setelah perawatan.
Treners, kalau AI Look di sosmed bikin kamu makin penasaran buat tampil glowing, mungkin ini saat yang tepat untuk mencoba perawatan langsung di klinik. Karena kalau filter bisa bikin percaya diri instan, perawatan kulit yang tepat bisa bikin hasilnya nyata dan tahan lama.